Perkembangan technology saat ini begitu expansif, menjadikan dunia kita kaya akan data. Ketika kita berselancar di dunia maya, kita tergerak mengetahui lebih banyak dari yang kita inginkan, saat krusor sudah mulai menuntun kita mengklik link-link yg saling terhubung kita menjadi lupa tujuan awal kita berselancar.

Jika demikian halnya, sejatinya kita sudah membiarkan diri kita dibombardir oleh segala jenis informasi yang ada dari web, blog, pesan group e-mail yang berlebihan, jejaring social (facebook, twitter), media chat (YM,eBuddy, dll). belum lagi beberapa technologi lain seperti media TV, Radio, Hand Phone. BB dan Ipad.

Setiap hari kita dijejali berbagai informasi dengan proporsi lebih banyak yang tidak ada kepentingannya dengan kehidupan kita, Jika data-data tersebut gagal disintesiskan oleh otak kita, maka data-data tersebut akan menjelma menjadi “sampah-sampah digital” di kepala kita.
 Sampah-sampah tersebutlah yang kemudian memicu terciptanya “stressor” bakal stress.

Kita tiba-tiba menjadi susah tidur, bingung, ling-lung, tercengang-cengang, terbelalak dan kadang muak dengan semua apa yg terjadi. Kita kehilangan fokus karena terlalu banyak pilihan dan infomasi, kemampuan mensintesis data tiba2 lenyap karena menyadari kita tidak mampu memproses semua data2 itu dalam waktu bersamaan. Kondisi tersebut dapat variabel prediktor kenapa ketenangan dan produktifitas kerja kita bisa menurun. akibat hal tersebut juga Sistem imun-pun menjadi lemah dan kita mudah terserang penyakit.

Ketika dalam waktu singkat, secara bersamaan otak menyerap banyak data yang berlainan. cognisi kita terbebani secara berlebihan, maka terjadilah “Overload Cognitif”, akhirnya kita dipaksa berfikir untuk merencanakan melakukan banyak hal. “multitaskting” dalam waktu bersamaan padahal dalam dunia nyata hanya sedikit yang bisa kita kerjakan dalam satu waktu. Inilah kondisi yang memicu ketidakhormonisan jiwa, keterpaksaan melakukan semua hal yang tidak diinginkan adalah pemicu stressor yang potensioal.

Kondisi diatas adalah gambaran dari apa yang orang kebanyakan rasakan saat ini ketika bersentuhan dengan technology yang begitu rupa macamnya, entah sudah disadari atau belum?, namun dampaknya jelas sudah terjadi; mudah sensitive, mudah tersinggung, menjadi manusia soliter (lebih suka sendirian).

Kondisi demikian jika berkelanjutan berpotensi menimbulkan stress yang berkepanjangan. Dalam titik ekstrim bisa menyebabkan kematian, jika tidak mati fisik minimal kematian jiwa. Bagi yang tidak memiliki keterampilan mensintesis informasi dengan cepat; informasi apa yang terpenting buat kita, koherensinya untuk kehidupan kita. segera kurangi penggunaan technologi yang tidak pragmatis. Hindari aktiviatas yang berpotensi memicu stressor. mst

The Holmes and Rahe Stress Scale
Untuk mengetahui tingkat stress yang anda alami silahkan klik link berikut :
The Stress Scale  jika ingin terampil mengelola stres. klik disini

picture by :archive.kaskus.us

Advertisements