Kesederhanaan adalah inti dari kebijaksanaan dan rumusan final dari sebuah pengetahuan yang mendalam. Apa ada yang lebih sederhana dari rumusan Sigmund Freud tentang teori kepribadian, bahwa kepribadian manusia terdiri dari Id, Ego dan Super Ego, dan apa ada yang lebih sederhana lagi dari kerumitan teori relativitas Albert Einstein bahwa E= MC2. Kesederhanaan berarti; mudah, simple, jelas, dan konsisten.

Namun justru kita sering mengabaikan konsep kesederhanaan tersebut, hanya karena kita dulu dicecoki istilah kesederhanaan berarti sesuatu yang tidak penting, kurang bernilai dan tentu saja tidak menarik. Coba siapa yang mau dibilang seperti ; gaya hidupnya sederhana, mukanya sederhana, barang-barang kepunyaanya sederhana, tempat tinggalnya juga sederhana orangnya juga begitu sederhana banget. Kesederhanaan diartikan negatif, rendahaan dan tidak diminati. ini pemaknaan kesederhanaan yang salah kaprah dan berakibat fatal.

Nah karena kita sudah merasa cocok dengan pemaknaan istilah sederhana tersebut, akibatnya pola perilaku kita mengarah pada sesuatu yang tidak sederhana. Seperti melakukan banyak pekerjaan secara bersamaan, memikirkan sesuatu yang rumit-rumit, cenderung mencari solusi yang susah. Bergonta- ganti profesi, Uji coba gaya hidup, mempersulit diri, bahkan ada istilah “Kolo bisa dipersulit kenapa harus dipermudah” habis sudah deh.. konsep kesederhanan bisa diterapkan. Inilah adalah alasan kenapa hanya sedikit orang yang bisa focus, konsisten, mudah, simple, tidak terpencar dan terpenting sukses dan bahagia.

Bagaimana cara menginternalisasikan konsep kesederhanaan tersebut dalam kehidupan kita untuk menjadi lebih baik lebih mudah, dalam bukunya Mr. Jim Collins yang legendaries : Good to Gread, membincang konsep kesederhanaan sebagai berikut;

Perusahaan Baik Menjadi Hebat, kata Mr. Jim; mendasarkan strategi mereka pada pemahaman mendalam tiga dimensi kunci yang kita sebut sebagai tiga lingkaran. Kedua; perusahaan tersebut menerjemahkan pemahaman itu menjadi konsep yang sederhana, jelas dan membimbing semua aktifitas mereka oleh karenanya istilahnya di sebut konsep Landak. Mr. Jim terinsipasri oleh Isaiyah Berlin dalam bukunga berjudul The Hedgehog and The Fox.

Kenapa landak. Semua orang tau landak adalah hewan yang terlihat santai kalau jalan geyal-geyol namun dia mengetahui satu pengetahuan besar dia focus menerapkan pengetahuan tersebut yakni; menggulung diri kalau diserang Rubah.

Rubah terkenal sebagai hewan yang cerdik, mengetahui banyak hal, mampu menyusun banyak strategi untuk menyelinap menyerang Landak, Namun kenapa dia selalu gagal menerkam si landak dengan cara apapaun landak tetep menggunakan konsep yang sama itu-itu saja ketika menyelamatkan diri dari serangan rubah dengan menggulung dirinya dan rubahpun mendapatkan akibat yang sama ketika mencoba menerkam si landak, rubah merintih kesakitan akibat tertusuk duri-duri tajam pelindung landak dan ini berulang-ulang rubah tidak pernah belajar dari pengalaman tersebut.

Konsep landak adalah Konsep yang sederhana, jelas dan mengalir dari pemahaman yang mendalam mengenai perpotongan tiga lingkaran sebagai berikut;

  1. Di bidang apa anda bisa menjadi orang paling baik dan sama pentingnya aktifitas apa anda tidak dapat menjadi yang terbaik.? Walaupun anda memiliki kompetensi inti tentang suatu hal tapi itu belum berarti anda bisa menjadi paling baik,mungkin bidang yang menjadikan anda paling baik belum anda kerjakan.
  2. Apa yang paling anda minati. Menfokuskan diri pada aktifitas yang dapat menyulut minat bukan menumbuhkan minat ketika mau melakukan aktifitas.
  3. Apa yang menggerakkan mesin ekonomi anda. Kita Harus menemukan cara efektif untuk menghasilkan uang dan bertahan lama. Misalnya pendapatan perkegitan bagi EO. Jadi harus meningkatkan frekwensi kegiatan atau laba per x penjualan ya harus meningkatkan frekwensi penjualananya.
Gambaran penerapkan konsep landak dalam diri sendiri adalah. Ketika anda merasa bahwa apa yang kita kerjakan adalah sesuai dengan bakat yang anda miliki, anda mendapatkan hasil yang besar untuk melakukan itu dan anda menikmati proses pekerjaan itu, menunggu pagi untuk melakukan pekerjaan seperti itu berarti anda menemukan perpotongan ketiga lingkaran konsep landak tersebut .
Untuk mencapai posisi tersebut ada baiknya kita review dulu tentang apa yang sudah kita kerjakan selama ini.? Apakah yang kita kerjakan selama ini adalah hasil perpotongan ketiga lingkaran tersebut, atau malah sebaliknya, kalau belum ada PR besar dalam hidup anda.

Memahami dibidang apa anda dapat menjadi yang terbaik
Penting sekali difahami bahwa disini bukan sasaran untuk menjadi yang terbaik, dalam segala hal tapidi bidang apa anda bisa menjadi orang yang terbaik. Jika sudah menemukan bidang apa yang memungkinkan anda bisa menjadi yang terbaik, biarkan kemampuan anda mengalir kesampingkan ego anda untuk mencoba yang lain. Focus dan focus dan tetep focus.

Memahami mesin ekonomi anda berputar
Sekecil apapun pendapatan, intinya adalah seberapa sering/seberapa kali anda mendapatkannya. Disini konsep intinya adalah pembagi dari total pendapatan dibagi menjadi frekwensi perkali pendapatan. Pada konsep ini yang digaris bawahi adalah konsep perkalian, semakin sering dan semakin banyak kali/sumber pendapatan maka semakin besar total pendapatan yang kita terima. Artinya jika satu kios kemampuan maksimal dalam sebulan hanya mampu menghasilkan uang sepuluh juta saja. maka Jika anda menginginkan hasil penjualan dalam sebulan  seratus juta juta, maka anda harus membuka 10 kios lagi karena kapasitas 1 kios tidak bisa menghasilkan 100 juta dalam sebulan (Konsep Franchise). Atau jika hasil = (x.kegiatan), jadi  ditingkatkan frekwensi kegiatannya.

Memahami Minat Anda
kita harus mengerjakan hal-hal yang paling kita minati, bukan membangkitkan minat atas apa yang ingin kita kerjakan. Minat kita tersulut ketika kita ingin melakukan sebuah aktifitas, nah itulah yang harus anda genggam erat-erat.

Kini apakah..
Anda termasuk jenis Landak atau Rubah…?
Silahkan direnungkan.

How Productive Are You?
Untuk Mengetahui seberapa produktifkah anda, silahkan klik link berikut : How Productive Are You?

Advertisements